Buku ini pantas menjadi 'hand book' bagi siapa saja yang sedang dan akan berperan sebagai pemimpin di tingkat mana pun, baik di lingkungan gereja, lembaga pelayanan dan pendidikan, maupun organisasi sekular.
Buku ini pertama-tama menemukan bagaimana - sebagai anak kita belajar tidak menyukai diri kita sendiri, kemudian melalui usaha yang tekun kita dapat belajar untuk mengasihi diri kita sendiri dengan benar.
Buku ini menjawab tiga tantangan terbesar terberat para pengkhotbah abad XXI, yaitu sikap perlawanan atas segala bentuk otoritas, revolusi elektronik, dan hilangnya keyakinan akan injil.
Dalam buku ini, Murray mengetengahkan natur dan arti kematian kristus, yang melaluinya orang kristen menerima berkat-berkat yang mengalir darinya.